Berita Nasional Internasional – Obama Temui Dalai Lama, China Tuding AS Ikut Campur

0
648

Pihak Pemerintah China merasa berang terkait pertemuan antara Presiden AS, Barack Obama dengan pimpinan Tibet, Dalai Lama. Atas terjadinya hal tersebut, pihak China menuduh bahwa AS telah mencampuri urusan dalam negeri China dengan cara mengizinkan pertemuan itu. “AS telah secara serius ingin ikut campur urusan dalam negeri dari China secara melangsungkan kunjungan Dalai ke AS serta menjadwalkan pertemuannya kepada pemimpin AS,” ujar Qin Gang, juru bicara dari Kementerian Luar Negeri China di dalam statemennya seperti yang dilansir dari kantor AFP, hari Sabtu (22/2/2014).

“Kami meminta AS agar menyikapi keprihatinan China secara serius, dengan berhenti mentolerir serta tak mendukung separatis anti-China, juga berhenti mencampuri urusan dalam negeri China segera untuk mengambil langkah guna menghilangkan efeknya yang merusak, demi menghindari cacatnya hubungan antara China dan AS lebih lanjut,” pungkasnya. China sebelumnya mendesak kepada AS membatalkan pertemuan antara Obama dengan Dalai Lama pada Gedung Putih, mengingat bahwa pertemuan itu berpotensi merusak hubungan dua negara. Akan tetapi pertemuan itu tetap dilaksanakan hari Jumat, 21 Februari kemarin.

Terkait pertemuan tersebut, Menlu China, Zhang Yesui sudah memanggil charge d’affaires AS pada Bejing, yaitu Daniel Kritenbrink dan memprotes terkait pertemuan itu. “China menyatakan kemarahan keras serta penolakan tegas terhadap tindakan keliru dari AS telah mencampuri isu dalam negeri di China,” dinyatakan oleh Menlu Zhang. Terakhir Obama bertemu dengan Dalai Lama pada Gedung Putih yaitu di tahun 2011 silam. Pada saat itu, pembicaraan kedua tokoh memicu aksi kemarahan dari pemerintah China, diikuti dengan menyebut bahwa pertemuan tersebut membahayakan hubungan antara China-AS.

Beberapa dekade ini, pihak China menentang pertemuan antara para pimpinan asing bersama Dalai Lama, yang telah kabur di India di tahun 1959 silam usai gagal memberontak melawan pemerintah China. Dalai Lama bersikeras dirinya mengharapkan otonomi lebih besar untuk rakyat Tibet, dan bukan sebuah kemerdekaan dari China. Di lain pihak, pemerintah China menyebutkan bahwa Dalai Lama adalah “musang berbulu domba” serta menuduhnya mengupayakan kemerdekaan untuk Tibet.

LEAVE A REPLY