Berita Nasional – Guru PPKn SD Curi 29 Pakaian Dalam

0
797

Ingin memelet sang mantan pacar, seorang guru SD, Erfan Septianto (25), hari Sabtu (29/3/2014) nekad menggondol 29 dalaman wanita yaitu celana dalam serta bra dari tempat kos Jl. Anggrek, Patokan, Situbondo, Jawa Timur. Pria warga Prajekan, Bondowoso ini kepergok seorang penghuni kos, yaitu Ni Putu Dian Utari (20), seorang perawat RSU dr Abdoer Rahem. Usai diteriaki maling, ia berusaha kabur menggunakan motornya, tapi ia tertangkap oleh warga Jl. Anggrek tersebut.

Ketika dibawa menuju Mapolres Situbondo, Erfan makin merengek dan minta untuk dilepas. Bahkan, ia juga menangis seraya bersujud pada polisi, dan pemilik kos serta Ni Putu Dian Utari supaya lekas dipulangkan. Pada petugas, guru PPKN ini mengaku nekad mencuri pakaian dalam ini sebab sakit hati diputus pacarnya, Sinta. “Saya nyuri di tempat kos ini sebab pernah lihat Sinta di kos tersebut. Makanya saya lantas mencuri seluruh pakaian dalam yang ada di jemuran tempat kosnya. Rencananya akan saya bawa pada dukun terus dipelet, agar Sinta jadi tergila-gila,” kisah Erfan pada penyidik.

Dari keterangan yang diperoleh, Erfan memang sengaja beraksi pada siang bolong sebab kebanyakan penghuni kos tersebut berprofesi sebagai perawat, dan sedang kerja. Pelaku pun mencomot semua celana serta dan bra pada jemuran, dan memasukannya dalam tas. Terpergok Ni Putu, guna menutupi aksinya, sang pelaku berakting menanyakan penghuni kos yang bernama Sinta. “Padahal kos ini gak ada namanya Sinta. Curiga jemuran tak ada pakaian dalam, segera saja saya teriak maling, lalu pas tertangkap, kethuan dalam tasnya isinya pakaian dalam,” kisah Ni Putu Dian Utari.

AKP Sunarto, Kasatreskrim Polres Situbondo mengatakan pelaku memberi pengakuan baru kali ini ia mencuri pakaian dalam. Meskipun demikian, pihaknya tak percaya begitu saja dengan pengakuan dari pelaku sebab tempat kos ini sering terjadi tindak pencurian pakaian. “Sekarang pelaku sedang diperiksa. Melihat dari sasaran pencuriannya adalah pakaian dalam bekas serta kemungkinan tidak untuk dijual kembali. Meskipun begitu, kami tetap mendalami kasus tentang pencurian pakaian dalam terasebut,” terangnya.

LEAVE A REPLY