Berita Nasional Baru– Penemuan Mayat Di Tandon Terungkap

0
634

Terkait dengan kasus penemuan mayat dari tandon air yang berhasil terkuak, kini identitas dari korban telah diketahui, dan sang pelaku juga berhasil ditangkap. Sang pelaku adalah seorang yang berpikir sebagai buruh bangunan. Ia mengaku nekat membunuh korban di balik dalih kecewa usai berhubungan intim. Tersangka yang bernama Supendi ini ditangkap dari rumahnya, di Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Wanasari, wilayah Kabupaten Brebes, hari Selasa (25/3/2014). Lokasi keberadaannya sendiri diidentifikasi dari salah seorang saksi yang bernama Sukemi juga seorang buruh bangunan yang kebetulan menumpang tidur pada rumah kosong dimana mayat korban ditemukan.

Supendi yang memiliki perawakan kecil tersebut sempat berbelit-belit ketika dimintai keterangan oleh petugas polisi tentang motif serta waktu dari pembunuhan. Usai beberapa kali ia ditanya, akhirnya pria ini mengaku telah membunuh korban yang sering dipanggi Ana tersebut merasa kecewa saat korban sedang datang bulan. Dia mengaku berkenalan dengan korban pada hari Sabtu (15/3/2014) minggu lalu usai makan di sebuah warung mi dekat kawasan Giant Tlogosari pada malam harinya. Melihat si korban yang sendirian, Supendi pun lalu mendekati kemudian melancarkan rayuan gombalnya.

“Saya bayari mi-nya sebanyak Rp 20 ribu. Lalu dia nanya rumah saya mana, nah dia lalu saya ajak ke rumah Kemi (Sukemi) tinggal,” terang Supendi dari Mapolrestabes Semarang, hari Selasa (25/3/2014). Ana pun juga menurut ketika diajak ke rumah kosong yang ada di Jl. Nogososro 64, Tlogosari Kulon tersebut. Dan di sana Supendi lalu meminjam kamar milik Sukemi serta mengajak si korban untuk berhubungan badan. Akan tetapi ternyata korban pada waktu itu sedang datang bulan dan membuat pria ini kaget. “Ia bilang datang bulan. Tapi udah telanjang dan udah berhubungan sekali. Dan saya cek dengan cahaya HP, waktu saya lihat benar, saya pun kecewa,” kisah ayah dengan dua anak tersebut.

Mengetahuinya, Supendi pun menyuruhnya Ana berpakaian. Entah karena keburu oleh emosi, ia pun mengambil kayu 60 cm lalu menghantamkannya di kepala hingga dua kali lalu ke perut. Darah dari korban berceceran dalam kamar Sukemi. Mayat korban pun dimasukkan dalam tandon air dengan posisi terbalik hingga ditemukan Senin (24/3/2014). Selang 8 jam penemuan korban, ia diringkus polisi dan diperiksa pihak Mapolrestabes Semarang.

LEAVE A REPLY