Berita Mancanegara Terbaru – Dituduh Menghasut, Prancis Deportasi Puluhan Imam

0
436

Selama tiga tahun belakangan ini, pemerintah Prancis tercatat sudah mendeportasi sebanyak 40 orang imam asing lantaran dinilai sengaja menebar benih kebencian kepada warga. Diantara puluhan pemuka agama tersebut, seperempat di antaranya diusir 6 bulan terakhir ini. Hal itu disampaikan oleh Bernard Cazeneuve, Menteri Dalam Negeri Prancis dan dilansir oleh kantor berita AFP, pada Senin (29/6/2015).

Menteri Prancis tersebut sudah berjanji akan melakukan tindakan tegas kepada masjid-masjid serta kalangan pendakwah yang berani mengajarkan kebencian. Hal tersebut ditegaskan Cazeneuve usai insiden serangan brutal yang terjadi pada lokasi pabrik gas yang ada di dekat kota Lyon pada pekan yang lalu. Pada insiden penyerangan tersebut, seorang korban tewas dalam keadaan kepala terpenggal.

“Tiap pendakwah kebencian asal luar negeri pasti dideportasi,” tegas Cazeneuve. Ia juga sempat menambahkan bahwa sejumlah masjid saat ini sedang dalam proses penyelidikan sebab juga diduga menghasut mengarah ke terorisme. Apabila dugaan itu terbukti, dapat dipastikan masjid-masjid itu ditutup. “Kami sudah mendeportasi 40 pendakwah kebencian semenjak 2012. Awal tahun, kami memeriksa 22 kasus, sementara 10 imam serta pendakwah kebencian sudah kami usir,” kata Cazeneuve.

Diberitakabn sebelumnya bahwa pada Minggu, 28 Juni, Yassin Salhi membunuh serta memenggal seorang pria dekat kota Lyon. Korban meninggal dalam serangan tersebut dikenali sebagai Herve Cornara (54), atasan dari si pelaku pemenggalan, yang bekerja pada sebuah perusahaan transportasi untuk pengiriman barang.

Pelaku, Salhi, merupakan ayah tiga anak, ditangkap aparat pada lokasi kejadian saat hendak meledakkan pabrik gas perusahaan asal AS, Air Products di kota Saint-Quentin-Fallavier, di pinggiran Prancis. Salhi saat ini sudah diterbangkan menuju Paris guna diinterogasi secara lebih lanjut oleh tim kepolisian khusus antiterorisme.

Di hari Minggu (28/6), seorang sumber mengatakan bahwa Salhi sudah mengakui tindakan kejinya itu. Selain mengakui perbuatannya, Salhi mengaku sempat terlibat dalam pertengkaran bersama bosnya, Cornara sebelum terjadinya pembunuhan tersebut. Insiden pemenggalan ini kemudian memicu semakin ketatnya penyelidikan terhadap imam maupun pendakwah kebencian yag senagja menghasut penduduk.

LEAVE A REPLY