Berita Mancanegara Terbaru – 2 Ton Suplai Untuk ISS Meledak Bersama SpaceX

0
477

spaceX

Dilaporkan bahwa roket SpaceX yang memuat suplai seberat 2 ton bagi awak antariksa yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) meledak tak lama usai diluncurkan. Demi mengirim bahan kebutuhan tambahan bagi awak antariksa AS yang hidup di luar angkasa, kini Amerika Serikat harus bergantung kepada Rusia serta Jepang,  seperti yang dilansir oleh Reuters, pada Senin (29/6/2015).

Pihak NASA sejatinya masih mempunyai satu lagi kargo luar angkasa, Orbital ATK. Akan tetapi kargo tersebut masih dinonaktifkan usai mengalami kecelakaan Oktober 2014 yang lalu. Selain halnya, kapal kargo Dragon yang hancur di hari Minggu (28/6), memang masih terdapat 3 lagi kapal kargo yang sanggup mengirim suplai ke ISS. Akan tetapi, kemampuannya masih kalah dari kapal Dragon.

Kapal kargo Rusia dan Jepang dapat terbakar ketika menerobos atmosfer bumi setelah mengirim suplai ke ISS. Akan tetapi Dragon dapat diluncurkan kembali ke bumi serta memuat hasil eksperimen di luar angkasa beserta segala perlengkapannya dalam kondisi utuh. Roket Soyuz milik Rusia dengan kapal kargo Progress akan diluncurkan ke orbit hari Jumat (3/7) nanti. Sementara kapal kargo HTV milik Jepang meluncur Agustus. Disusul roket SpaceX yang dijadwalkan diluncurkan pada bulan September.

Pihak NASA segera mencoba meluncurkan kembali Orbital ATK menuju ISS pada penghujung tahun. Stephanie Schierholz selaku Juru bicara NASA seperti yang dilansir The Washington Post, mengatakan masih ada 8 lagi jadwal pengiriman suplai menuju ISS selama tahun ini. “Maka dari itu, ada banyak cara guna memastikan bahwa stasiun (ISS) memperoleh suplai,” katanya.

Kapal kargo Dragon yang tertempel di roket Falcon 9 buatan SpaceX alias Space Exploration Technologies, diketahui mengalami ledakan hanya berselang 2 menit usai diluncurkan ke orbit luar angkasa hari Minggu (28/6) waktu AS, dari lokasi pusat luar angkasa di Cape Carnaveral, Florida, AS. Kapal Dragon memuat 2.477 kg suplai berupa makanan, pakaian serta perlengkapan penelitian bagi ISS yang sudah mengudara setinggi 420 kilometer dari permukaan planet bumi.

LEAVE A REPLY