Berita Konflik Dunia – Pemberontak FARC Tewaskan Polisi Kolombia

0
698

Diketahui bahwa kelompok pemberontak FARC telah membunuh dua orang polisi asal Kolombia pada sebuah serangan yang terjadi pada hari Jumat (4/4/2014) dari kawasan Jambalo, di barat Kolombia. Menurut berita yang berhasil diperoleh warta Antara, serangan tersebut terjadi pada saat pembicaraan tentang upaya perdamaian sedang berlangsung diantara pihak pemerintah serta dari pemberontak itu. “Seorang langsung meninggal seketika di tempat kejadian tersebut. Sedangkan seorang lainnya telah dipindahkan menuju tempat perawatan setempat lalu setengah jam kemudian ia diketahui meninggal,” terang komandan polisi departemen Cauca, Kolonel Ramiro Perez Manzano.

Pihak angkatan bersenjata revolusioner kolombia (FARC), yang diketahui memiliki kekuatan mulai 7.000 sampai 8.000 anggota tersebut, nampak cukup kuat pada daerah itu. “FARC mengaku bahwa daerah tersebut sudah ditetapkan sebagai bagian dari strategi besar,” terang Perez Manzano. Dalam peperangan dengan Kolombia semenjak 1964 silam, kaum pemberontak Marxis sudah menginisiasi perundingan damai terhadap pemerintahan Presiden Juan Manuel Santos hingga lebih dari setahun lamanya, namun upaya tersebut masih belum menghasilkan adanya kesepakatan tentang gencatan senjata.

Diketahui pada hari Jumat tersebut, pihak pemimpin perunding dari FARC mengusulkan adanya perundingan perjanjian bersama pemerintah terkait penggunaan bahan peledak. Sebab seperti yang telah diketahui bahwa ranjau tersebut sudah menewaskan banyak korban. Para perunding menanyakan apakah pihak FARC bersedia guna hentikan pemakaian ranjau-ranjau anti personel. Ranjau-ranjau tersebut sudah membunuh sedikitnya 2.167 orang dari Kolombia mulai tahun 1990, berdasarkan dari data resmi. “Kami bersedia dalam menyetujui kesepakatan terkait penggunaan bahan peledak secara umum,” ujar Ivan Marquez pada awak pers.

Marquez juga sempat menambahkan bahwa pasukan pemerintah juga telah menanam ranjau tersebut. Maka dari itulah, permasalahan ranjau menjadi perkara timbal balik yang mana juga melibatkan pihak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia dimana juga berperan sebagai pasukan pihak pemberontak. Dinilai menjadi insiden pemberontakan yang terlama terjadi di wilayah Amerika Latin, pertempuran ini tercatat sudah menewaskan hingga ratusan ribu orang serta telah menelantarkan 4,5 juta jiwa lain.

LEAVE A REPLY