Berita Kabar Internasional – Mudik Massal Motor Perayaan Imlek di China

0
952

Acara perayaan Imlek di China dihiasi tradisi pulang kampung massal. Kebanyakan warga memilih mudik naik sepeda motor, meski jarak tempuh hingga 10 jam perjalanan. Lu Qiao, dengan 4 kerabatnya sudah bersiap mulai dini hari. Lu mengendarai sepeda motor ke kampung halamannya yang sekitar 10 jam. Kampung halamannya ada di Longwan Village, 400 km dari kota Guangzhou.  Mudik denga motor seperti ini tak mudah serta membutuhkan persiapan yang matang. Memang benar, baru 1 jam di jalan, ban motornya bocor oleh pakuyang memaksanya berhenti di sebuah bengkel.

“Hal seperti ini kadang tak dapat dihindari. Akhirnya, kami akan tetap tiba di rumah,” kata Lu sambil tersenyum masam seperti yang dilansir Sydney Morning Herald, hari Jumat (31/1/2014).
Perayaan Imlek pada kali ini masuk Tahun Kuda yang dirayakan 1,3 miliar dari penduduk China. Hal ini disebut menjadi migrasi yang terbesar secara tahunan di China. Lebih dari 3,6 miliar perjalanan telah dilakukan, baik lewat kereta, bus dan pesawat. Perayaan macam ini berkesan mendalam guna menghabiskan waktu dengan keluarga serta orang tercinta. Setidaknya untuk 260 juta warga lebih berasal dari kawasan pinggiran yang ke kota guna mencari pekerjaan, momen tersebut menjadi sangat berharga untuk mereka usai setahun kerja keras.

Provinsi Guangdong merupakan kawasan dengan banyak pabrik, member jumlah pemudik terbanyak. Akibat sulit mendapatkan tiket kereta serta bus, mereka memilih mudik dengan naik sepeda motor. Selain dari itu, ongkos menggunakan sepeda motor dinilai murah untuk pekerja dengan gaji pas-pasan. Untuk tahun ini sendiri, diperkirakan 400 ribu orang mudik yang naik motor. Ini memicu otoritas lokal mengerahkan petugas untuk mengawal pemudik. Bahkan sebuah perusahaan minyak negara memberi bahan bakar gratis untuk pemudik motor.

sedangkan tempat untuk peristirahatan pun juga ramai dibuat di pinggiran jalan. Sukarelawan membagi-bagikan semangkuk bubur serta teh gratis untuk pemudik. Jaringan internet serta telepon pun disediakan juga pada tempat peristirahatan itu. “Pasti kami sangat senang dapat pulang. Setelah bekerja menghasilkan uang dan meningkatkan taraf hidup kami di kampung,” kata Yao Jingquan, ia mudik naik motor dengan istrinya sambil membawa seekor ayam yang masih hidup untuk dimakan saat tahun baru di kampung.

LEAVE A REPLY