Berita Internasional – Warga Israel Diteror Pembuatan Terowongan Hamas

0
185

Akhir-akhir ini, penduduk Israel yang tinggal dekat perbatasan Gaza sedang gelisah. Tiap malam mereka selalu mendengar suara-suara dari dalam tanah yang diduga merupakan personil Hamas yang sedang membangun terowongan. “Ada rasa takut dan resah. Ini merupakan perang psikologis, Hamas sedang menakuti kami, dan hal itu berhasil,” diakui Arnon Nirim, seorang warga Kibbutz Nirim yang berjarak sekitaran 2km dari batas Gaza.

Pasca perang Gaza-Israel terhenti 2014 yang lalu, pembuatan terowongan Hamas kembali dilanjutkan. Dalam sejumlah insiden, keberadaan terowongan ini dijadikan dalih oleh Israel untuk menyerang Gaza. Pimpinan Hamas Ismail Haniyeh pun membenarkan bahwa mereka sedang gencar membuat terowongan. Di tahun ini saja, Haniyeh mengatakan bahwa tentara Hamas telah menggali terowongan hingga 2 kali lipat lebih banyak daripada di Vietnam.

Selain halnya lebih gencar, aksi Hamas ini juga tak lagi dilakukan sembunyi-sembunyi. Pejabat keamanan Israel seperti yang dikutip The Guardian, pada Rabu (30/3), mengatakan aktivitas penggalian Hamas tersebut bahkan bisa dilihat dari pos pemantau. “Kami dapat melihat Hamas sedang menggali dari pos-pos pemantauan kami. Mereka tak menyembunyikannya lagi dari kami,” terang dia. Selain itu, ia mengatakan bahwa seluruh laporan warga tentang adanya suara mencurigakan dari dalam tanah akan diselidiki. “Hingga hari ini, kami belum tahu adakah terowongan yang melintasi perbatasan Israel,” sambung dia.

Kerumitan dari pembangunan terowongan Hamas juga sempat mengejutkan pemimpin militer serta politik Israel selama perang 50 hari saat musim panas 2014 silam. Israel kala itu berhasil menghancurkan 32 terowongan milik Hamas yang sudah menembus wilayah Israel. PBB pun memperkirakan Israel telah menghancurkan nyaris 100 ribu rumah di wilayah Gaza selama perang itu. Dilaporkan setidaknya nyaris 3,5 juta ton bahan material sudah masuk ke Gaza lewat perlintasan Kerem Shalom yang dijaga Israel.

Israel pun menuduh Hamas memanfaatkan bahan bangunan sumbangan internasional tersebut guna membuat terowongan, ditambah lagi dengan bahan material dari perdagangan pasar gelap. Namun, tuduhan ini tak dapat dikonfirmasi kebenarannya.

LEAVE A REPLY