Berita Internasional – Video ISIS Ingin Rekrut Warga Indonesia

0
1315

Sejumlah warga Indonesia tampil pada sebuah video rilisan dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang berisis meminta agar kaum Muslimin Indonesia mau bergabung bersama mereka. Video tersebut berdurasi 8 menit dan diunggah oleh ISIS dengan berjudulkan “Ayo Bergabung”. Video ini menyerukan adanya kewajiban untuk kaum Muslimin guna bergabung serta menyatakan dukungannya untuk kelompok itu. Pada video tersebut, tampil sosok yang dinyatakan bergelar Abu Muhammad al-Indonesi yang sangat berapi-api dalam meminta dukungan para warga Indonesia yang lain demi perjuangan ISIS.

“Mari kita berusaha dengan sekuat-kuatnya, baik itu secara fisik juga materi, guna hijrah menuju Negara Islam (ISIS) ini,” demikianlah antara lain yang dikatakan oleh Abu Muhammad. “Hal ini menjadi kewajiban yang telah diperintahkan oleh Allah”. Selain itu, Abu Muhammad juga sempat bertanya kepada kaum Muslimin yang ada di sejumlah negara Barat, serta bermaksud untuk mendorong mereka agar mau menumbuhkan adanya motivasi untuk melakukan jihad. “Apakah istrimu yang menjadi alasan menghalangimu jihadmu?” katanya. “Apa rumahmu, usaha, serta kekayaanmu lebih kau cintai daripada cintamu pada Allah, Rasul, juga jihad?”

Ini adalah video terbaru usai sebelumnya 2 warga Australia juga tayang pada video serupa dan dirilis oleh ISIS pada bulan lalu. Seorang pakar keamanan serta ahli Indonesia pada Monash University, Profesor Greg Barton mengatakan bahwa kelompok ISIS mengetahui potensi dukungan warga Indonesia. “ISIS menyasar warga Indonesia langsung pada video ini karena mereka mempunyai potensi pendukung,” terangnya. “Jumlah dari warga Indonesia yang sudah bergabung juga cukup besar, serta ISIS juga melihat adanya potensinya untuk menjadi lebih banyak.” Beberapa waktu lalu, Abu Bakar Baasyir menyatakan dukungannya pada ISIS ini.

Pihak Indonesia sendiri pada saat ini tengah lakukan deradikalisasi pada penjara yang dihuni pelaku terorisme. Akan tetapi, Prof Barton juga mengatakan bahwa program deradikalisasi ini masih pada masa percontohan. “Tidak ada program sistematis juga pedoman yang jelas tentang apa yang perlu dilakukan sehubungan dengan deradikalisasi ini,” ujarnya. Video perekrutan ISIS sebelumnya menampilkan warga Jerman, Kanada, juga Cile. Menurut pendapat Prof Barton, saat ini Pemerintah Australia harus serius guna membantu Indonesia dalam menangani hal semacam ini.

LEAVE A REPLY