Berita Internasional – Sanksi Baru Terhadap Rusia Dari Uni Eropa dan Amerika Serikat

0
604

Pihak Uni Eropa serta Amerika Serikat mengumumkan adanya sanksi secara lebih lanjut kepada Rusia dan menargetkan pada sektor energi, perbankan serta pertahanan. Hal ini menjadi aksi internasional yang terparah akibat adanya dukungan pihak Moskow kepada pemberontak Ukraina timur. Langkah ini menjadi awal fase baru konfrontasi terbesar diantara Moskow dengan Barat semenjak adanya Perang Dingin. Konfrontasi tersebut kian memburuk dramatis usai insiden Malaysia Airlines MH17 pada wilayah yang tengah dikuasai pemberontak 17 Juli 2014 yang lalu, yang mana disebut oleh negara Barat lantaran rudal yang dipasok Rusia seperti dilansir oleh Reuters, pada Rabu (30/7/2014).

“Bila Rusia ingin terus berada pada jalur ini, maka akibat yang akan dirasakan oleh Rusia akan makin bertambah,” ujar Presiden Barack Obama dari Washington. “Tindakan Rusia terhadap Ukraina serta sanksi yang telah kami berikan menjadikan ekonomi Rusia yang mana telah lemah akan menjadi kian lemah lagi,” tambahnya. Dari Brussels, sejumlah diplomat menyatakan bahwa duta besar 28-anggota dari blok Eropa setuju untuk membatasi adanya perdagangan peralatan sektor minyak serta pertahanan, juga “penggunaan ganda” teknologi pada aspek pertahanan juga sipil. Bank Rusia juga dilarang menggalang dana pada pasar modal Eropa. Langkah-langkah ditinjau pada tiga bulan.

Angela Merkel, Kanselir Jerman yang awalnya enggan meningkatkan sanksi sebelum terjadinya kecelakaan lantaran adanya jaringan perdagangan negaranya bersama Rusia, menyatakan bahwa langkah Uni Eropa ini “tak bisa dihindari”. Diketahui sebelumnya bahwa Eropa sudah berikan sanksi terhadap individu maupun organisasi yang diduga terlibat langsung mengancam Ukraina, juga menjauhi “sanksi sektoral” dimana sudah dirancang guna merusak pemasok energi terbesar itu.

Langkah terbaru ini telah dikoordinasikan bersama Washington dan berharap agar Vladimir Putin menghentikan kampanye berbulan-bulan yang ingin merebut wilayah serta mengganggu Ukraina, dimana sejumlah pemimpin pro-Moskow sendiri sudah digulingkan Februari lalu. Namun Putin tak menunjukkan pertanda mundur. Di saat kecaman internasional usai jatuhnya pesawat itu, negara Barat mengatakan Kremlin makin meningkatkan dukungan pada separatis serta mengirimkan persenjataan berat. Pihak Moskow pun membantah dalam mempersenjatai pemberontak tersebut, namun protes itu justru dicemooh di Barat.

LEAVE A REPLY