Berita Internasional – PM Abe Beserta Rakyat Jepang Berduka, Sepupu Kaisar Wafat

0
755

Shinzo Abe, Perdana Menteri Jepang sangat terkejut saat ia mendengar kabar meninggalnya sepupu dari Kaisar Jepang yaitu Pangeran Katsura, pada Minggu (8/6/2014) pada pukul 10.55 waktu setempat, pada usia yang 66 tahun dan disebabkan karena serangan jantung. “Saya merasa kaget serta bersama dengan segenap rakyat Jepang ikut merasakan duka cita sedalam-dalamnya atas kabar meninggalnya sepupu dari Kaisar ini,” kata Abe di hadapan pers pada jam 18.20 waktu setempat.

Diketahui bahwa pangeran Katsura merupakan susunan yang keenam pada pengganti kaisar meninggal dari Rumah Sakit Tokyo pada kemarin pagi kemudian pada sekitar pukul 12.50 jenasahnya telah dikirimkan menuju rumah duka. Jenasah disemayamkan pada kediamannya di wilayah Chiyodaku di Tokyo. Di sisi lain, Kaisar Akihito bersama dengan permaisuri pada sekitar pukul 17.00 waktu lokal tiba di sana dan diikuti pula oleh putra mahkota, Naruhito bersama dengan Masako, istrinya.

Diketahui bahwa pangeran Katsura sudah memberi banyak sekali sumbangan berarti dari berbagai macam bidang layaknya pertanian juga traditional crafts, beliau juga memainkan cukup banyak peran dari kancah internasional diantaranya di Australia, New Zealand juga Jepang sebab merupakan lulusan dari sekolah Australia.

Adik dari Katsura, yaitu Tomohito Mikasa diketahui pula telah wafat pada Juni 2012 di usia 66 tahun dikarenakan oleh kanker tenggorokan. Begitu pula dengan adiknya, yaitu pangeran Norihito Takamado, yang meninggal pada 21 Desember 2002 siam ketika dia bermain tenis pada kedutaan besar Inggris yang ada di Tokyo.

Terlahir pada 11 Februari 1948, pangeran Katsura memiliki riwayat sebagai lulusan Gakushuin University pada tahun 1971 dan melanjutkan sekolah di Australian National University. Kembali ke Jepang dan bekerja pada NHK pada tahun 1974 sampai 1985. Almarhum juga menjabat sebagai kepala rumah tangga kekaisaran sejak bulan Januari tahun 1988 silam, beliau merupakan orang pertama semenjak meletusnya perang dunia II. Jabatan tersebut cukup berat sebab bersyaratkan status tak menikah. Namun rasa pengabdian beliau yang sangat besar pada kekaisaran, jabatan tersebut pun diembannya dengan penuh tanggung jawab.

LEAVE A REPLY