Berita Internasional – Pernyataan Pejabat Malaysia Menuai Kritik

0
957

Pernyataan dari pemerintah Malaysia memicu banyak kecaman baik itu oleh keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines serta dari kalangan pengamat penerbangan. Malaysia dinilai tak profesional saat membeberkan informasi terkait hilangnya Boeing 777-200 dalam nomor MH 370 itu. Kritikan itu buntut atas Malaysia yang meralat kembali kata terakhir dari ruang kokpit persis sebelum kehilangan kontak.

Isa Soares, seorang analis penerbangan dari Alastair Rosenschein CNN berkata, “Well, saya berpikir bahwa mereka tak mempunyai rencana yang tepat pada posisi kecelakaan seperti ini. Mereka tengah berbicara dari lembaran (teks) yang lalu diralat,” terang Isa. Dicontohkannya pula awalnya peristiwa tersebut dimana seorang pejabat dengan akurat menggambarkan ada dua orang yang bepergian menggunakan paspor curian menyerupai seorang pemain sepak bola Italia berkulit hitam .

Azharuddin Abdul Rahman, Direktur Penerbangan Sipil Malaysia  kala memberikan pernyataan pada wartawan waktu itu bahwa ada penumpang mirip dengan pemain bola Italia, Mario Balotelli. “Anda tahu pesepakbola bernama Balotelli. Dia seorang asal Italia. Apakah Anda tahu seperti apa tampangnya Battoli , Battoli , Balloteli , Balloteli?”

Pula sebuah kesalahan yang muncul pada kata-kata terakhir kokpit. Tertanggal 17 Maret , pihak pemerintah Malaysia secara terang-terangan menegaskan terkait kata-kata terakhir yang terekam dari kokpit adalah “Baik-baik saja, selamat malam.” Namun lalu diralat menjadi “Selamat malam malaysia, tiga tujuh nol “. Pada versi rilisan dari pihak pemerintah Malaysia, diketahui bahwa kalimat terakhir yang telah diucapkan oleh seseorang yang berada di kokpit yaitu”Good night, Malaysian three seven zero”. Dimana pada rilisan sebelumnya, otoritas Malaysia tersebut menyatakan bahwa kalimat terakhir yang terkam dari kokpit itu yakni “All right, good night”.

Meski transkrip yang baru tersebut tidak memberi petunjuk apapun terkait keberadaan pesawat tersebut yang masih hilang, perbedaan ini makin mempertajam kritik terkait upaya tindak penanganan terhadap insiden itu. Terlebih lagi adalah, baru rilisnya versi resmi dari pihak pemerintah terhadap transkrip ini juga diyakini semakin merusak kepercayaan terhadap keseluruhan upaya dari pencarian pesawat naas tersebut.

LEAVE A REPLY