Berita Internasional – Pasangan Suami Istri Ingin Ledakkan London

0
140

Pasangan suami istri di Inggris dijatuhi dakwaan kasus terorisme sebab terbukti merencanakan aksi serangan bom ke London. Polisi mendapati bukti perencanaan serangan, termasuk halnya bahan kimia pada rumah pasangan tersebut. Reuters melaporkan di hari Rabu (20/12), kasus ini terbongkar saat Mohammed Rehman, 25, mengirim tweet untuk istrinya, Sana Ahmed Khan, 24, tentang target serangan yang jadi pilihan, apakah pusat perbelanjaan ataukah fasilitas kereta bawah tanah di London. “Lokasi perbelanjaan Westfield ataukah bawah tanah London? Saran sangatlah berharga,” tulis Rehman dengan nama akun Twitter “Silent Bomber”.

Pasangan ini lalu dinyatakan bersalah menurut pengadilan kriminal London, sementara vonis segera disampaikan pada agenda pengadilan berikutnya. Jaksa Penuntut menjelaskan di hari Selasa, dalam sebuah penggeledahan pada loaksi rumah Rehman serta Khan didapati kedua terdakwa sempat browsing terkait pengeboman London dengan 52 orang menjadi korban pada 10 tahun silam.

Serangan tersebut dilakukan di 7 Juli 2005 oleh 4 Muslim Inggris yang menaiki kereta dari utara Inggris menuju London. Bom pada ransel mereka tersebut meledak dalam kereta serta bus pada sebuah pagi yang sangat sibuk. Sejumlah media Inggris melaporkan bahwa Rehman serta Khan merencanakan serangan ini bertepatan peringatan 10 tahun insiden bom London itu.

Thames Valley Police undated handout photo of Mohammed Rehman and his secret wife Sana Ahmed Khan, who deny during a trial at the Old Bailey of preparing terrorist acts on or before May 28 this year. Rehman has also pleaded not guilty to a charge of possessing an article for terrorist purposes. PRESS ASSOCIATION Photo. Issue date: Monday November 23, 2015. See PA story COURTS Bomb. Photo credit should read: Thames Valley Police/PA WirenNOTE TO EDITORS: This handout photo may only be used in for editorial reporting purposes for the contemporaneous illustration of events, things or the people in the image or facts mentioned in the caption. Reuse of the picture may require further permission from the copyright holder.

Selain itu, Rehman juga dinyatakan bersalah sebab mempunyai artikel terorisme dan melakukan uji ledak pada kebun rumahnya yang direkam lalu dikirimkan pada istrinya. Khan sendiri membantu Rehman untuk mendapat bahan kimia. “Pasangan ini amat dekat jika melaksanakan serangan, yang mereka perlukan hanya berbelanja bahan kimia pembuat detonator,” terang Susan Hemming, Kadiv Anti Terorisme pengadilan London.

Hemming juga mengatakan bahwa pasangan ini telah berbelanja 10 kg urea nitrate. “Bila Rehman serta Ahmed Khan tak segera dihentikan, maka mereka akan membuat sebuah aksi terorisme di London,” ujar Hemming. Namun, Khan juga Rehman sama-sama membantah segala tuduhan pada mereka itu. Inggris sendiri sedang ada di ancaman teror tingkat kedua. Artinya, insiden serangan militer amat mungkin untuk terjadi pada negara tersebut.

LEAVE A REPLY