Berita Internasional – Imigran Jadi Incaran Geng Bertopeng Swedia

0
179

Diketahui ada sekitar 100 orang bertopeng dengan pakaian serba hitam berkumpul pada pusat kota Stockholm, Swedia. Mereka berkumpul untuk mengincar dan menyerang siapapun yang diduga imigran, seperti yang disebutkan dalam sejumlah laporan. Pihak kepolisian Swedia juga mengatakan bahwa geng ini juga membagikan selebaran berisi hasutan pada orang-orang agar menyerang pengungsi.

Ada beberapa saksi mata yang mengaku bahwa kelompok itu sempat menyerang orang yang diduga orang asing. Akan tetapi, aparat masih belum bisa mengkonfirmasi laporan-laporan tersebut. Informasi tentang penyerangan ini terjadi ketika ketegangan tentang krisis migran di Swedia semakin meningkat. Ada 163.000 migran yang memohon suaka pada pemerintah Swedia di tahun 2015 lalu, sekaligus menjadi jumlah terbanyak dibanding negara Eropa yang lain.

Surat kabar Aftonbladet melaporkan bahwa orang-orang yang memakai pakaian serba hitam serta bertopeng di kota Stockholm itu membagikan selebaran di hari Jumat malam yang isinya berbunyi “Sekarang, Cukup Sudah!” Sementara materi dari ancaman tersebut mengacu pada “anak asal Afrika Utara yang banyak berkeliaran di jalanan” dimana “mereka layak untuk dihukum.” Surat kabar tersebut juga mengunggah video yang yang menayangkan bentrok antara geng lawan aparat polisi pada lokasi stasiun kota Stockholm.

Kepolisian Stockholm, dalam pernyataan resminya menyebut bahwa geng ini membagi-bagikan selebaran untuk menghasut semuanya agar berbuat jahat. Seorang pria pun terpaksa ditangkap setelah menyerang polisi sementara lainnya ditahan lantaran tuduhan melakukan pelanggaran ketertiban hingga memakai knuckledusters (senjata besi yang melapisis jemari tangan), sebut polisi.

Surat kabar tersebut juga mengutip saksi yang lain dan mengatakan ia melihat ada beberapa pria memukuli orang yang nampak seperti imigran di Sergelstorg, Stockholm. Towe Haegg, selaku juru bicara kepolisian Swedia mengatakan pihaknya masih belum menerima laporan kekerasan atas orang yang berlatar belakang sebagai imigran. Surat kabar Aftonbladet sempat mewawancarai remaja 16 tahun dan mengaku bahwa wajahnya dipukul dekat stasiun kereta Stockholm. Level ketegangan krisis migran semakin meningkat di Swedia pasca seorang karyawati 22 tahun tewas ditikam di lokasi pencari suaka pada awal pekan.

LEAVE A REPLY