Berita Internasional – Bom ISIS, 70 Tewas di Pasar Ponsel Baghdad

0
126

Tercatat 2 buah ledakan yang diakui ISIS di Baghdad mengakibatkan setidaknya 70 korban jiwa di sebuah distrik Syiah yang ada di Baghdad, Irak, hari Minggu (28/2) kemarin. Sumber dari kepolisian menyebut pelaku berboncengan sepeda motor lalu meledakkan diri di lokasi pasar telepon seluler yang ada di Kota Sadr. Selain halnya korban tewas, dilaporkan 100 orang lainnya trut menjadi korban luka-luka.

Reuters menyebut genangan darah, sepatu hingga telepon bertebaran di lokasi yang saat ini disterilkan demi mengantispasi adanya bom susulan. ISIS dalam pernyataannya mengklaim bertanggung jawab dalam aksi ini. “Pedang kami tak akan berhenti memotong terhadap musyrik, walau di manapun mereka berada,” kata ISIS, yang merujuk pada Muslim Syiah.

Belakangan ini, militer Irak bersama dukungan serangan udara koalisi AS berhasil mengusir ISIS dari Anbar, dan saat ini bersiap melanjutkan serangan demi merebut kembali kota Mosul dari kekuasaan ISIS. Namun, militan ISIS bisa saja melakukan serangan di luar daerah yang mereka kuasai, seringnya di daerah yang dihuni mayoritas Syiah.

Sebelum bom hari Minggu itu, 2 militan ISIS di hari Jumat juga menewaskan 15 orang dari masjid Syiah, Baghdad. “Kelompok ini menyasar warga sipil pasca kehilangan inisiatif serta melarikan diri dari peperangan melawan pejuang kita,” kata PM Irak Haider al-Abadi dalam Facebook-nya. ISIS mengaku bertanggung jawab teradap serangan yang menyasar jamaah Syiah tersebut. “Dua orang pembom bunuh diri memakai sabuk yang terpasang bahan peledak. Lalu meledakan diri di hadapan Masjid Rasul al-Azam, Distrik Shuala,” urai pejabat polisi, hari Jumat (26/2).

Sebelumnya, Minggu subuh, pelaku bom bunuh diri bersama gerombolan bersenjata juga menyerang aparat Irak pada penjara Abu Ghraib, dan menewaskan 17 personil keamanan. Pihak berwenang menuding ISIS sebagai biang serangan itu. “Pasukan pemerintah harus melaksanakan tugas yang lebih utama yaitu memukul mundur serangan yang dilakukan oleh Daesh (ISIS). Namun, apa yang terjadi pada hari ini mungkin menjadi sebuah kemunduran bagi personil keamanan,” ujar Jasim al-Bahadli, analis keamanan yang bermarkas di Baghdad.

LEAVE A REPLY