Berita Horror Misteri – Gunung Kelud

0
862

Gunung Kelud adalah gunung aktif yang ada di Jawa Timur, diantara Kediri dengan Blitar. Gunung berketinggian 1.731 mdpl tersebut, dapat diakses dari Kediri, dari Blitar pun pada akhirnya akan lewat jalur Kediri juga. Gunung Kelud adalah salah satu objek wisata Jatim cukup terkenal. Namun di balik keistimewaan ini, gunung Kelud juga diselimuti misteri. Misteri ini datang dari kutukan dua orang raja sakti mandraguna, dan semoga saja kutukan ini tak pernah menjadi kenyataan meski gunung Kelud sempat meletus beberapa hari lalu.

Menurut legenda misteri berasal kutukan dari  pengkhianatan putri yang bernama Dewi Kilisuci atas dua orang raja sakti yakni Mahesa Suro serta Lembu Suro. Dewi Kilisuci putri dri Jenggolo Manik terkenal kecantikannya dilamar oleh dua raja. Sayangnya, keduanya bukanlah bangsa manusia, satu berkepala lembu yang bernama Lembu Suro sedangkan satunya berkepala kerbau yang bernama Mahesa Suro.

Guna menolak lamaran itu, Dewi Kilisuci mengadakan sayembara yang tak mungkin diselesaikan manusia biasa, yakni membuat 2 buah sumur di puncak Kelud, satu haruslah berbau amis sedangkan satu lagi wangi serta harus selesai pada satu malam saat ayam berkokok. Atas kesaktian dari Mahesa Suro serta Lembu Suro, sayembara itu pun disanggupi keduanya. Usai berkerja hingga semalaman, keduanya menang sayembara. Namun, Dewi Kilisuci pun masih belum rela diperistri. Lalu Dewi Kilisuci membuat satu lagi permintaan. Kedua raja itu harus sanggup membuktikan bahwa sumur itu berbau wangi serta amis dengan mereka berdua masuk dalam sumur tadi.

Akibat permintaan itu, keduanya masuk dalam sumur yang teramat dalam itu. Saat mereka berada dalam sumur tersebut, Dewi Kilisuci mengutus prajurit Jenggala menimbun keduanya menggunakan batu. Hingga matilah sang Mahesa Suro serta Lembu Suro tadi. Sebelum mati, Lembu Suro bersumpah dan mengatakan “Ya, Kediri esok akan mendapat balasanku yang setimpal. Kediri akan menjadi sungai, Blitar menjadi daratan Tulungagung jadi danau. Atas legenda inilah masyarakat di lereng Kelud melaksanakn sesaji untuk tolak balak atas sumpah yang kemudian disebut dengan Larung Sesaji. Acara tersebut diadakan setahun sekali tanggal 23 bulan Suro oleh warga Sugih Waras.

LEAVE A REPLY