Berita Hangat Nasional – Kesiapan Polri hadapi Pemilu 2014

0
1020

Pihak mabes Polri menggelar acara apel siaga terkait pengamanan pemilu pada Lapangan Monas, Jakarta. Sedikitnya sejumlah 3 ribu pasukan telah dilibatkan pada apel ini. Jenderal Sutarman, Kapolri memimpin gelaran apel siaga kali ini, pada hari Kamis (30/1/2014). Dalam acara itu, Nampak pula sang Gubernur DKI Jokowi, dan Kapolda Metro Jaya yakni Irjen Pol Putut Eko Bayuseno, juga komisioner dari KPU, Bawaslu, dan sejumlah jajaran instansi yang terkait.

Cuaca yang sedikit gerimis sempat menyejukkan kawasan Monas, tetapi meski begitu, acara apel siaga pun tetap dilaksanakan. Apel tersebut menjadi rangkaian dari persiapan untuk menjelang pemilu yang dalam rencananya digelar pada bulan April mendatang. “Ini merupakan bentuk konsilidasi pada seluruh wilayah di Indonesia, juga guna mengecek kesiapan terhadap pemilu dari sejumlah unsur pemilu terkait,” dijelaskan Sutarman di dalam pidatonya.

Pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menyiapkan 19.000 personilnya guna mengamankan pelaksanaan dari Pemilu 2014 di DKI Jakarta juga sekitarnya. “Kekuatan pasukan dari Polda Metro Jaya tercatat sejumlah 19 ribu personil setara 2/3 dari kekuatan telah kita siapkan,” jelas Brigjen Heri Hawan, Direktur Sabhara Baharkam Polri, dari Mapolda Metro Jaya, Jakarta, hari Kamis (29/1/2014).

Heri juga sempat mengatakan bahwa , pihaknya telah mempersiapkan segala sarana dan prasaran juga tata cara dalam bertindak di tengah lapangan, untuk mengantisipasi kerawanan yang mungkin akan muncul. “Kita telah persiapkan, jadi sudah kita minimalisir segala kemungkinan kendala yang ada di lapangan, seperti halnya sarana prasarana jauh hari sudah disiapkan, tinggal nanti gelarannya pada lapangan saja,” terangnya.

Ia pun juga melanjutkan, pihaknya pun sudah memetakan sejumlah lokasi mana saja yang kemungkinan rawan, mulai tingkat aman sampai dengan rawan 1. Menurut pandangannya, tiap kota dan kabupaten mempunyai karakteristik dari tingkat kerawanannya tersendiri. “Setiap daerah itu spesifik, sehingga tergantung ancaman pada masing-masing daerah, sedangkan daerah tersebut akan menjadi seleksi prioritas, dimana nanti ditempatkan personil yang sesuai kemampuan, kekuatan dari sarana dan prasarana yang akan diturunkan,” lanjutnya.

LEAVE A REPLY