Berita Bola Panas – Mourinho dan Wenger Kembali Terlibat Mind Games

0
497

Dua pelatih top di Liga Premier Inggris kembali terlibat perang kata – kata. Perang kata – kata ini kembali melibatkan Arsene Wenger dan Jose Mourinho yang pernah terjadi sejak kedatangan Jose Mourinho pertama kali tahun 2004 lalu. Kali ini, Jose Mourinho menyebut Arsene Wenger dengan julukan “Pelatih Spesialis Kegagalan”.

Perang kata – kata ini telah diawali oleh Arsene Wenger sewaktu ditanya tentang perkataan Jose Mourinho yang terus merendah mengenai peluang The Blues Chelsea meraih gelar juara Liga Premier Inggris pada musim ini.

Meskipun saat ini The Blues Chelsea berada di puncak klasemen, tetapi Jose Mourinho selalu beranggapan jika Manchester City dan Arsenal sebagai tim favorit juara yang dia ibaratkan seperti 2 kuda besar sedangkan Chelsea sebagai kuda kecil.

“Itu adalah rasa takut akan terjadinya kegagalan. Jelas, saat ini persaingan untuk merengkuh gelar juara masih akan sangat terbuka lebar. Chelsea akan menentukan nasibnya  dan tim lain masih sangat mungkin meraih kemenangan pada musim ini.”ungkap Arsene Wenger seperti yang dilansir oleh Soccernet.

Tak lama berselang pada sebuah sesi jumpa pers sebelum pertandingan babak 5 FA Cup yang akan mempertemukan Manchester City melawan Chelsea, Jose Mourinho ditanya tentang komentar dari Arsene Wenger tersebut.

Dengan nada yang sarkasme, Jose Mourinho menyebutkan jika Arsene Wenger adalah seorang pelatih yang lebih menyenangi kegagalan sambil menyebutkan puasa gelar yang dialami Arsenal selama 8 tahun terakhir.

“Dia itu adalah pelatih spesialis dalam kegagalan. Tetapi saya tidak. Kenyataannya, dia adalah seorang pelatih spesialis karena telah mengalami puasa gelar dalam waktu 8 tahun terakhir, tentu itu namanya kegagalan.”ujar Jose Mourinho.

“Seandainya Mr Abramovich memberiku waktu selama 8 tahun. Selama 8 tahun tersebut Anda tentu akan membangun banyak hal di tim, sangat, sangat banyak sekali. Namun saya tidak mau melakukan hal tersebut.”tambah Jose Mourinho.

“Saat ini saya hanya mau untuk dikontrak selama 4 tahun dan setelahnya, semua akan memberikan penilaian apakah saya pantas atau tidak mendapat sodoran perpanjangan kontrak.”

LEAVE A REPLY