Berita Bola Baru – Reina Merasa Khawatir Sepanjang 90 Menit Pertandingan

0
421

Napoli telah berhasil memastikan diri melaju ke babak 16 besar UEFA Europa League dengan mengalahkan Swansea City ditengah pekan kemarin. Akan tetapi penjaga gawang Pepe Reina mengaku sempat khawatir jika timnya tidak bisa mengalahkan Swansea City dan harus angkat koper dibabak 32 besar UEFA Europa League.

Berlaga di Stadio San Paolo – Naples, Jumat 28 Februari 2014 dinihari WIB, Il Partenopei Napoli sukses memaksa Swansea City pulang lebih awal usai meraih kemenangan 3 – 1 pada pertandingan leg kedua babak 32 besar UEFA Europa League. Kemenangan tersebut membuat pasukan Rafael Benitez melaju ke tahap selanjutnya setelah pada leg pertama kedua tim hanya mampu bermain imbang tanpa gol di Liberty Stadium.

Pemain masa depan timnas Gli Azzurri, Lorenzo Insigne mampu mengawali dominasi Napoli dalam laga tersebut dengan mencetak gol indah dimenit 17. Selanjutnya gelandang Swansea City, Jonathan De Guzman berhasil menyamakan kedudukan pada menit 30. Gol penyeimbang yang dicetak Jonathan de Guzman sempat membuat kubu tuan rumah khawatir karena kedudukan imbang 1 – 1 tentu akan membuat Swansea City melaju ke tahap berikutnya.

Akan tetapi, Napoli akhirnya mampu memecah kebuntuan dengan mencetak 2 gol tambahan melalui Gonzalo Higuain dan ditutup oleh gol Gokhan Inler.

“Kami selalu mencoba menemukan kesimbangan terutama pada lini pertahanan, tetapi pada dasarnya kami adalah tim yang mempunyai tipikal tim yang bermain dengan strategi menyerang.”ungkap Pepe Reina ke Football Italia.

“Kami bermain dengan cara yang sangat luar biasa. Tetapi Swansea City mampu bermain dengan penguasaan bola yang sangat baik, itulah mengapa kami saat itu merasa sangat ‘menderita’ sepanjang pertandingan. Ada momentum ketika saya merasakan takut karena tidak bisa melaju ke tahap selanjutnya. Ya, hampir 90 menit pertandingan berjalan perasaan itu muncul.”

“Kita adalah tim yang selalu tegang dan kerap tertekan dalam waktu yang cukup bersamaan, itu tentu membuat lini pertahanan kami kesulitan.”

“Kami berjuang keras sebagai satu kesatuan dan selalu membantu lini pertahanan. Kami tidak boleh membiarkan adanya celah dan jarak disetiap lini tim ini.”

LEAVE A REPLY