Berita Bencana Nasional – Korban Erupsi Sinabung Bertambah

0
514

Setidaknya ada 15 orang telah dinyatakan meninggal akibat bencana berupa erupsi dari Gunung Sinabung, di Sumatera Utara. Akan tetapi , masih ada seorang korban lagi yang belum dapat dievakuasi sebab berada pada wilayah yang sedianya menjadi perlintasan dari awan panas. “Masih ada satu orang korban lagi dari erupsi Sinabung yang masih belum dapat dievakuasi sebab proses evakuasi belum memungkinkan dilakukan karena lokasi korban berada pada radius 3 km tepat di jalur awan panas,” terang Ka Pusat Data Informasi serta Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers dari kantor BNPB, Jl. H Juanda, kawasan Jakarta Pusat, hari Minggu (2/2/2014).

Ia juga sempat mengatakan bahwa korban itu terlihat oleh para petugas BNPB ada di bawah sebuah pohon terletak Desa Sukameriah, Sinabung. Untuk proses evakuasi pun dihentikan pada Sabtu (1/2) malam sebab adanya potensi terjangan awan panas susulan juga oleh kondisi lokasi yang cukup gelap. Sampai saat ini telah 15 korban tewas karena awan panas dari Gunung Sinabung. Satu orang korban tewas terakhir yaitu bernama Surya Sembiring (24). Surya tercatat meninggal dunia pada hari ini sekitar jam 08.00 WIB dari Rumah Sakit Efarina Etaham, kawasan Berastagi, Karo, Sumatera Utara. Sedangkan jenazahnya kemudian dipindahkan menuju ruang mayat pada rumah sakit itu.

Sedangkan 2 orang korban lain yang sempat selamat yang usai tersapu awan panas Sinabung lainnya dinyatakan masih dalam upaya perawatan intensif rumah sakit tersebut. Kondisi dari keduanya dilaporkan dalam keadaan kritis. Pemilik dari RS Efarina Etaham, JR Saragih, menyatakan bahwa kedua korban bernama Sehat Sembiring (40) serta Dony Sembiring (70) sedang dalam penanganan medis. Segala upaya sedang diupayakan guna menyelamatkan nyawa korban yang kini dirawat pada ruang ICU, rumah sakit yang ada di Jl. Jamin Ginting, Berastagi itu.

“Yang 1 bisa dikata kondisi fifty-fifty, sebab hanya 15  persen dari bagian tubuhnya yang masih bisa diharap. Mengharap mukjizat dari Tuhan. Sedangkan yang satunya juga keadaan hampir sama. Sebab  luka bakar tersebut sudah ke seluruh tubuh, cukup sulit untuk dipertahankan. Tetapi tetap kita terus upayakan,” terang Saragih pada wartawan, hari Minggu (2/2/2014).

LEAVE A REPLY