Berita Bencana Baru – Status Merapi Meningkat

0
590

Akibat meningkatnya aktivitas dari Gunung Merapi, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi atau BPPTKG Badan Geologi, menaikan status Gunung Merapi dari level I atau normal menjadi ke level II atau waspada. Meningkatnya status tersebut berlaku terhitung dari Selasa 29 April 2014 pukul 23.50 WIB.

“Meningkatnya status Gunung Merapi ke level waspada ini telah dilaporkan kepada kepala BPPTKG, Gubernur, Bupati, BPBD, dan Kepala BNPB untuk segera melakukan tindakan antisipasi.”ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Aktivitas Gunung Merapi sejak 20 hingga 29 April 2014 memang terlihat terus meningkat. Setidaknya tercatat telah terjadi 37 kali guguran gempa, 13 kali gempa multi phase, 24 kali gempa tektonik, 29 kali gempa low frekuensi dan 4 kali embusan yang menjadi indikasi meningkatnya fluida gas vulkanik di Gunung Merapi yang memiliki potensi membuat sebuah letusan.

Secara visual telah dilaporkan jika terdengar suara dentuman berkali – kali dengan radius 8 km. Bunyi dentuman itu akibat puncak Gunung Merapi yang tidak lagi tertutup dengan kubah lava. Seandainya ada fluida gas, uap, magma dan material lain yang mengalir ke atas akan langsung dapat keluar secara tiba – tiba, dan akan menimbulkan gelombang kejut pada udara sehingga membuat sebuah bunyi dentuman tersebut.

Syamsul Maarif, Kepala BNPB, telah mengutus jajaran BPBD dan BNPB, Jawa Tengah, BPBD Magelang, BPBD DI Yogyakarta, BPBD Klaten, BPBD Sleman, dan BPBD Boyolali untuk segera melakukan tindakan antisipasi. Dalam waktu dekat akan segera diselenggarakan rapat koordinasi untuk membahas kesiap siagaan dan adanya rencana kontijensi pada tingkat daerah.

Dengan status Waspada yang telah direkomendasikan, para warga dilarang untuk melakukan kegiatan mendaki Gunung Merapi kecuali mempunyai tujuan untuk penyelidikan atapu untuk mitigasi bencana. Warga juga diharapkan tidak terpancing tentang isu adanya erupsi Gunung Merapi yang masih belum jelas.

Para warga dihimbau untuk tetap tenang dan masih perlu mengungsi. Tanyakan langsung ke Pos Pengamatan Merapi yang paling dekat denga radio komunikasi 165.075 MHz ataupun kantor BPPTKG. Aktivitas Gunung Merapi terus dipantau dengan intesif hingga saat ini.

LEAVE A REPLY