Berita Baru Politik – Para Tokoh Politik Bicarakan Jokowi

0
728

Beberapa akademisi dari berbagai universitas hadir untuk menjadi pembicara dalam sebuah acara bertajuk “Blusukan Jokowi” yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, Minggu 20 April 2014. Beberapa tokoh akademisi yang ikut menjadi pembicara antara lain, Faisal Basri Ekonom UI dan Mantan Rival Joko Widodo dalam Pilgup 2012 lalu, Arie Sudjito Sosiolo Universitas Gajah Mada, Nur Imam Subono, Ilmuwan Politik UI, dan Thamrin Amal Tomagola Sosiolo UI.

Sebagai pembukan, Faisal Basri mengatakan jika dirinya memberikan dukungan penuh kepada pencapresan Joko Widodo sebab ketika pilgub dirinya tidak merasa dikalahkan Jokowi. Ketika pilgub dirinya hanya mempunyai keinginan untuk mengalahkan Foke.

“Saya maju untuk menghadapi Foke, ketika pilgub dan ingin menghentikan kerusakan yang terjadi di DKI Jakarta. Bagi saya, Jokowi bukan seorang musuh karena saya telah mengalahkan Alex Nurdin. Dan saya juga tidak merasa kalah dari Jokowi.”tutur Faisal.

Faisal Basri juga mengatakan jika negara ini adalah presidensil bukan negara parlementer sehingga kondisi saat ini masih perlu adanya perbaikan.

“Negara kita presidensil tidak parlementer dan saya rasa Jokowi mempunyai keinginan untuk memperbaiki hal itu.”

Faisal mempunyai kepercayaan penuh pada Jokowi dan dia juga mengatakan jika rakyat Indonesia mempunyai tanggung jawab penuh untuk terus memberikan dukungan pada Jokowi dan tidak hanya memberikan suara saja.

“Jokowi telah terbukti sanggup mengatasi berbagaimacam masalah rakyat dan dengan gaya Jokowi tidak ada di politisi yang lain. Dan saya juga selalu percaya jika Jokowi dapat memimpin dengan baik, seandainya dia terpilih maka kita semua mempunyai tanggung jawab penuh untuk mengawasi sertan mendukungnya.”

Dalam kalimat penutupnya, beliau menitipkan pesan kepada Jokowi untuk mengembalikan jati diri dari bangsa ini.

“Jokowi harus dapat mengembalikan Indonesia kedalam jati dirinya. Dan dalam pandangan saya, hanya dia yang sanggup melakukannya.”

Sementara Arie Sudjito menekankan tentang bagaimana masyarakat harus menggunakan hal pilihnya. Dia mengatakan jika bayang – bayang Orde Baru masih ada dan dapat dilihat.

“Orde Baru telah lahir kembali dengan metamorfosis berbeda dan jelas ini akan mengganggu stabilitas demokrasi di Indonesia.”ungkap Arie Sudjito.

Menurut Arie, masih terdapatnya Orde Baru dalam sistem demokrasi Indonesia sebab dosa aktivis 98 karena tidak dapat menindak lanjuti pasca masa reformasi.

“Aktivis 98 mempunyai dosa besar sebab tidak dapat melakukan detoksifikasi pada racun Orde Baru yang terus ada hingga saat ini. Orde Baru pada saat ini tengah menyamar dengan memakai kendaraan politik yang lain jika kita teliti lebih dalam masih banyak bayang – bayang Orde Baru yang bersembunyi.”tambahnya.

LEAVE A REPLY