Berita Baru Otomotif – Skuter Matik Boros Saat Start

0
1062

Skuter matik atau disebut pula skutik ini makin populer nampak sebagai kendaraan harian bagi para pengguna kendaraan sepeda motor kota metropolitan. Selain praktisnya yang tidak memerlukan oper gigi, varian dari bentuknya juga kian beragam, termasuk diantaranya adalah beberapa pilihan yang telah ditawarkan oleh pihak brand Yamaha. Akan tetapi juga tak dapat dipungkiri lagi, bahwa skutik ini memiliki kesan yang boros ketika start. Pihak pabrikan Yamaha sendiri juga telah memiliki pemecahan untuk mengatasi hal tersebut dengan penerapan design mesin injeksi YMJET-FI pada beberapa model keluarannya. Meski begitu, rasa penasaran masih menggelayut. Apa sebenarnya yang membuat motor skutik boros waktu start?

“Motor matic itu masalahnya saat baru berjalan dalam kecepatan yang rendah, itu memang boros. Nah, kenapa bisa boros? Itu sebab masih ada sejumlah gesekan terjadi pada bagian komponen mesin,” jelas pihak Yamaha saat memberikan edukasi tentang YMJET-FI. Selain dikarenakan oleh gesekan, proses dari kerja sentrifugal pun juga memerlukan putaran mesin yang cukup tinggi. “Pas mau jalan, tentu RPM (Rotation per Minute)nya harus lebih tinggi dulu sebab gaya sentrifugalnya itu perlu RPM yang tinggi kan. Nah, apalagi jika per-nya telah diganti dengan menggunakan yang RPM berapa begitu,” lanjutnya.

Yamaha sendiri sampai dengan saat ini masih terus melakukan edukasi dan pengenalan kepada masyarakat tentang teknologi YMJET-FI khas yang dimiliki pabriknya. Teknologi inipun satu demi satu telah diterapkan dalam seluruh model dari motornya, baik itu skutik, bebek, sampai dengan kategori sport.

Salah satu dari sekian banyak keunggulan teknologi YMJET-FI yaitu efisiensi dari bahan bakar. Akan tetapi Yamaha juga memiliki penyetelan tersendiri, yang mana didasari oleh survei mereka terkait berapa kecepatan rata-rata dari motor yang dipakai, utamanya di kawasan Jakarta. “Yamaha tersebut kami setting pada 20 sampai dengan 60 km/jam itu agar bisa irit banget. Berdasarkan dari kebiasaan para pengendara serta survei pada zona ekonomis (20-60 km/jam),” terang Slamet Kasianon, bagian Supervisor Service & Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

LEAVE A REPLY