Berita Baru Nasional – Guru SD Larikan Rp 50 Juta Tabungan Siswa

0
680

Kepala sekolah dan dewan guru SDN 62, di Desa Bedeng Rejo, Bangko Barat, mengadukan TN, seorang oknum guru pada UPTD di Bangko Barat. Sebab TN yang adalah guru PNS SDN 62 membawa kabur uang tabungan milik siswa senilai Rp 50 Juta. Sudah 2 bulan terakhir TN tak masuk dan mengajar seperti biasa. Dimana ia berada sampai hingga saat ini masih tak diketahui.

Rosmiana selaku Kepala dari SDN 62, mengkonfirmasi tentang oknum SDN 62 yang telah larikan uang dari tabungan siswa itu. “Memang benar, oknum guru dari sekolah kami sudah lakukan kesalahan kepada para muridnya. TN telah larikan uang dari tabungan murid yang sebanyak Rp 50 juta,” terangnya kepada wartawan.

Dijelaskannya pula sebagai sang penanggung jawab pelaksanaan dari pendidikan di sekolah, hal ini telah membuat guru serta wali murid kesal. Karena kesepakatan yang dimuat dalam perjanjian TN bersama wali murid tentang pengembalian dari uang tabungan siswa telah dilaksanakan, tetapi realisasinya masih belum terwujud.

“Hingga kini tabungan siswa masih belum dikembalikan. TN pun juga tak pernah lagi masuk. Kita juga tak tahu sekarang keberadaannya,” terangnya. “Kita tak mau mengambil resiko, permasalahan ini telah kita limpahkan pada UPTD serta dinas pendidikan agar ditindaklanjuti,” katanya.

Dia juga menceritakan bahwa di awal Oktober 2013 yang lalu, TN serta wali murid telah mengadakan musyawarah serta sepakat menandatangani perjanjian yang isinya wali murid bersedia memberikan tempo selama 6 bulan pada TN guna melunasi tabungan siswa itu. “Kita telah menyarankan terkait cara mengembalikan uang siswa tersebut. Hingga saat ini waktunya telah habis, dan tak ada bentuk respon sama sekali,” katanya.

Masalah ini telah diketahui pihak dinas pendidikan. Akhmad Bastari, Kadis Pendidikan Merangin, dari Kabid Dikdas, Jamaluddin mengakui telah menerima adanya informasi itu. “Memang sudah ada laporan oleh Kepala SD, kurang lebih 3 minggu lalu,” terangnya.

Dijelaskannya pula, menurut kepsek, guru tersebut mengaku pada pihak sekolah telah pindah. “Tetapi pihak dinas tak pernah menerima adanya pengajuan pindah dari guru dimaksud,” ujar Jamaluddin. Terkait kejadian ini, kepala sekolah sudah diinstruksikan agar mencari oknum itu. “Kami juga meminta pihak sekolah serta UPTD untuk mencari solusi. Bila tidak, kita akan minta mereka membuat laporan tertulis,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY