Berita Baru Internasional – Pencarian Lamban, Media China Kecam Malaysia

0
666

Pihak media dari pemerintah China secara berjamaah mengecam pemerintahan Malaysia beserta maskapai Malaysia Airlines (MAS) terkait molornya penanganan pesawat yang telah hilang pada hari Sabtu, 8 Maret yang lalu. Pihak Malaysia semestinya dapat memberi respons yang sedianya lebih cepat. Pemerintah Malaysia juga diseru untuk menambah pengamanan di bandaranya.

“Pihak Malaysia tidak bisa menghindar dari tanggung jawab yang diembannya,” ditulis surat kabar Global Times pada editorialnya pada hari ini seperti yang telah dilansir oleh kantor berita AFP, hari Senin (10/3/2014). “Respons awal yang diberikan Malaysia tak cukup cepat,” tambah media yang juga dekat dengan partai yang paling berkuasa disana, Partai Komunis China tersebut.

“Ada banyak celah dalam pekerjaan dari Malaysia Airlines serta pihak keamanannya,” dituliskan Global Times. “Jika hal tersebut dikarenakan oleh masalah mesin yang mengakibatkan kematian ataupun dari faktor kesalahan pilot, maka pihak Malaysia Airlines harus segera mengakui kesalahannya. Tetapi jika ini merupakan aksi serangan dari teroris, maka pihak pemeriksaan keamanan yang bertugas di bandara Kuala Lumpur ataupun yang ada di pesawat menjadi patut untuk dipertanyakan,” lanjut media China tersebut.

Global Times juga menekankan bahwa pihak China mempunyai jumlah turis yang berkunjung ke luar negeri yang terbesar di penjuru dunia, dan Malaysia menjadi destinasi populer. Dari total yang nyaris hingga 100 juta turis China yang berkunjung menuju luar negeri di tahun tahun 2013 yang lalu, telah naik sedikitnya 14 juta dari jumlah di tahun yang sebelumnya.

“Kami memberi perhatian khusus kepada situasi keamanan di negara yang kerap didatangi oleh warga China,” dituliskan oleh media itu. “Kejadian ini harus segera diselidiki secara menyeluruh dan apa yang menjadi inti dari permasalahan pada pihak Malaysia harus segera ditemukan,” ditulis oleh Global Times. Sedangkan surat kabar dari China Daily juga menulis bahwa “terorisme tidak boleh dikesampingkan” dari adanya fakta tentang dua penumpang yang menggunakan paspor curian dari warga Italia serta Austria. “Siapakah mereka serta mengapa mereka memakai paspor yang palsu?” ditulis koran itu pada editorialnya di hari ini.

LEAVE A REPLY