Skip to content
Kabaraku
Menu
  • Home
  • Nasional
  • Berita Bola
  • Selebriti
  • Mancanegara
  • Kesehatan
Menu

Atletico Madrid Dihukum UEFA Gara-gara Fansnya Rasis

Posted on 28/11/2025

Berita Bola – Atletico Madrid harus menanggung konsekuensi dari ulah sebagian suporternya yang bertindak rasis. Klub asal ibu kota Spanyol itu dijatuhi denda sekaligus sanksi tambahan dari UEFA karena perilaku memalukan yang terjadi saat mereka bertandang ke markas Arsenal di Emirates Stadium pada matchday keempat Liga Champions 2025/2026, pertengahan Oktober lalu.

Dalam pertandingan tersebut, sekelompok fans Atletico kedapatan menirukan suara dan gerakan seperti monyet setiap kali pemain Arsenal berkulit gelap memegang bola. Aksi ini jelas dianggap sebagai tindakan rasis yang sangat serius. Tidak berhenti sampai di situ, beberapa pendukung juga dilaporkan melakukan salam Nazi—sebuah gestur yang sama sekali tidak bisa ditoleransi di dunia sepak bola modern.

Perilaku buruk ini langsung masuk radar UEFA. Wasit yang memimpin pertandingan serta rekaman pertandingan menjadi bukti kuat yang membuat Komisi Disiplin UEFA turun tangan. Berdasarkan Pasal 14 ayat 2, UEFA akhirnya menjatuhkan sanksi tegas kepada Atletico. Selain perilaku rasis, fans mereka juga tertangkap melempar benda ke dalam lapangan setelah timnya dibantai 0-4 oleh Arsenal.

Mengutip laporan ESPN, Atletico kini diwajibkan membayar denda sebesar 30 ribu euro atau sekitar Rp 578 juta. Namun hukuman tidak berhenti sampai di situ. UEFA juga memberikan sanksi percobaan selama satu tahun berupa larangan satu pertandingan tandang tanpa penonton. Artinya, jika dalam 12 bulan ke depan fans Atletico kembali membuat masalah, hukuman tersebut akan langsung diberlakukan. Di luar itu, klub juga harus membayar tambahan denda 10 ribu euro karena insiden pelemparan benda ke lapangan.

Tak hanya Atletico yang mendapat hukuman. Klub asal Azerbaijan, Qarabaq, juga terseret kasus yang hampir serupa. Mereka dikenai denda 5.000 euro dan diwajibkan menjalani satu pertandingan kandang tanpa penonton setelah muncul dugaan tindakan rasis dan diskriminatif saat pertandingan UEFA Youth League melawan Chelsea pada 5 November. Sama seperti Atletico, hukuman pertandingan tanpa penonton untuk Qarabaq juga bersifat percobaan selama satu tahun.

Kasus-kasus ini menjadi pengingat keras bahwa UEFA tidak main-main dalam menindak aksi rasisme dan perilaku diskriminatif lainnya. Sepak bola seharusnya menjadi ruang kebersamaan, bukan tempat untuk menyebarkan kebencian. Semoga hukuman ini bisa membuka mata semua pihak bahwa sikap rasis tidak punya tempat di stadion mana pun.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sponsor By :

Berita Terkini :

  • Inilah Dua Kendala Utama Yang Dialami Juventus Buat Negosiasi Kontrak Baru Kenan Yildiz 29/11/2025
  • Meski Diminati Chelsea dan Tottenham, Nico Paz Semakin Dekat ke Real Madrid 29/11/2025
  • Proyek Penerangan Jalan Nasional Pantura, Pemkab Demak Gelontorkan APBD Rp 5 Miliar 28/11/2025
  • Penyelundupan 1.380 Sepatu Karet Ilegal dari Malaysia di Pulau Sebatik Digagalkan TNI AL 28/11/2025
  • Jembatan Bekas Rel KA di Demak Mulai Diperbaiki Setelah Insiden Bocah Meninggal 28/11/2025
  • Diduga Jadi Korban Kekerasan Fisik, Bocah 10 Tahun di Samarinda Alami Patah Kaki 28/11/2025
  • Ruben Amorim Mulai Takut Musim Yang Buruk Akan Kembali Terulang 28/11/2025
  • Atletico Madrid Dihukum UEFA Gara-gara Fansnya Rasis 28/11/2025
  • Kontrak Segera Berakhir, AC Milan Terancam Kehilangan Mike Maignan Secara Cuma-cuma 28/11/2025
  • Kylian Mbappe Bongkar Rahasia usai Mencetak 4 Gol ke Gawang Olympiakos 28/11/2025
©2025 Kabaraku | Design: Slot Gacor Indonesia