Asal Usul – ‘Trick or Treat’ di Malam Halloween

0
154

Istilah Trick or Treat dalam tradisi mengunjungi rumah ke rumah untuk mendapat permen maupun cokelat, sudah jadi aktifitas populer saat malam Halloween tiba. Tidak hanya di Amerika saja, bahkan di sejumlah negara lain. Tradisi trick or treat ini, ternyata sudah dimulai kira-kira 100 tahun yang lalu. Walau demikian, asal-usul dari tradisi ini masih kabur. Besar kemungkinan, penggagas trick or treat ini dari sebuah festival kuno bernama Samhain milik bangsa Celtic, budaya yang ada di Abad Pertengahan.

Halloween dirayaka di malam 31 Oktober, berasal dari festival Samhain kuno di masa pra-Kristen dari bangsa Celtic. Mereka hidup 2000 tahun lalu pada wilayah yang saat ini menjadi Irlandia, Inggris, serta Perancis utara. Mereka yakin bahwa orang yang sudah meninggal bisa kembali dalam perayaan Samhain. Warga pun berkumpul untuk menyalakan api unggun, membuat persembahan, lalu memberi penghormatan pada orang yang sudah meninggal. Saat perayaan Samhain ini, warga pun mengenakan kostum kulit binatang guna mengusir roh

Beberapa abad berlalu, orang pun mulai berkostum mirip hantu serta makhluk jahat yang lain. Mereka pun membuat lelucon dengan cara bertukar makanan serta minuman. Kostum halloween sendiri bermual di Abad Pertengahan, yang diduga menjadi biang budaya trick or treat. Di abad kesembilan, Kristen menyebar ke bangsa Celtic, bertahap kemudian membaur hingga menggantikan ritual pagan. Tahun 1000 Masehi, gereja kemudian menentukan tanggal 2 November adalah All Souls ‘Day atau momen menghormati orang yang sudah mati.

All Souls ‘Day ini mirip Samhain milik bangsa Celtic, dengan api unggun dengan warga yang memakai kostum. Saat All Souls ‘Day, orang miskin boleh mengunjungi rumah keluarga kaya dan mendapat kue yang dinamakan dengan ‘kue jiwa’ lalu berjanji akan mendoakan jiwa saudara pemilik rumah yang sudah mati atau disebut souling.

Souling ini lalu dilakukan pula oleh anak-anak yang datang ke tiap rumah, minta hadiah semacam makanan, camilan bahkan uang. Dari Skotlandia serta Irlandia, muda-mudi merayakan guising. Mereka pun memakai kostum lalu menerima persembahan para tetangga. Sayangnya, bukannya mendoakan saudara pemilik rumah yang sudah meninggal, mereka malah memberi persembahan ang lain seperti bernyanyi, membacakan puisi, membuat lelucon.

LEAVE A REPLY