Skip to content
Kabaraku
Menu
  • Home
  • Nasional
  • Berita Bola
  • Selebriti
  • Mancanegara
  • Kesehatan
Menu

Apakah Memakan Kecubung Itu Berbahaya? Berikut Penjelasannya

Posted on 12/07/2024

Kesehatan – Kecubung merupakan tanaman perdu dari keluarga Solanaceae. Tumbuhan ini mempunyai bunga berbentuk terompet yang berwarna putih atau ungu, serta buah yang berbentuk bulat dan berduri. Pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan bernama Linnaeus pada 1753 dan mulai digunakan untuk obat-obatan pada abad ke-10.

Seluruh bagian tanaman ini mengandung racun. Jadi, apa saja bahaya jika mengonsumsinya? Apakah tanaman ini tidak memiliki manfaat sama sekali? Berikut jawabannya!

Tanaman kecubung mengandung senyawa tropan alkaloid seperti skopolamin, hyoscyamine, dan atropin sehingga memiliki efek halusinogenik yang berbahaya. Senyawa ini bisa mengganggu sistem saraf pusat, yang dapat menyebabkan berbagai gangguan mental dan fisik.

Selain halusinasi, konsumsi kecubung juga bisa menyebabkan disorientasi, kebingungan, mulut kering, pupil melebar, dan penurunan kesadaran. Dalam kasus yang parah, bisa berujung pada kondisi serius atau bahkan kematian.

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi kecanduan kecubung:

1. Obat penenang dan antipsikotik
Jika seseorang mengalami halusinasi parah akibat kecubung, sebaiknya segera mencari bantuan medis. Dokter dapat memberikan obat penenang seperti benzodiazepin untuk mengurangi kecemasan dan kegelisahan, serta antipsikotik seperti haloperidol untuk mengatasi halusinasi dan delusi.

2. Pemberian cairan intravena
Memberikan cairan intravena penting untuk menjaga hidrasi tubuh dan membantu mengeluarkan racun melalui urine. Cairan ini bisa berupa saline atau larutan elektrolit lain, tergantung kebutuhan pasien. Selain membantu hidrasi, cairan ini juga menjaga keseimbangan elektrolit yang mungkin terganggu akibat keracunan.

3. Detoksifikasi
Detoksifikasi adalah proses mengeluarkan racun dari tubuh. Salah satu metode yang banyak dianjurkan adalah penggunaan arang aktif. Zat ini akan bekerja dengan mengikat racun di saluran pencernaan sehingga racun tidak diserap oleh tubuh dan dikeluarkan melalui sistem pencernaan.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sponsor By :

Berita Terkini :

  • Chelsea Tertarik Buat Memboyong Fermin Lopez Dari Barcelona 28/08/2025
  • Lembang Park and Zoo Ditutup Gara-gara Seekor Macan Tutul Diduga Kabur 28/08/2025
  • Minta Gaji Lebih Tinggi Dari Mbappe, Real Madrid Siap Lepas Vinicius Junior Secara Gratis? 28/08/2025
  • MU Disingkirkan Grimsby Town Carabao Cup, Ruben Amorim Meminta Maaf Pada Fans 28/08/2025
  • Tersinggung Ditegur Saat Numpang BAK, Seorang Pria Di Bantul Curi Motor Milik Tetangganya 28/08/2025
  • Bubarkan Karnaval Sound Horeg Di Blitar, Polisi Menahan Belasan Truk 28/08/2025
  • Warga Kota Ternate Dihebohkan Dengan Penemuan Potongan Kaki Pasien Amputasi Di Tempat Sampah Depan Hotel 28/08/2025
  • Bos Juventus Menegaskan Masa Depan Dusan Vlahovic : 99 Persen Bertahan! 28/08/2025
  • Eksperimen Hansi Flick Buahkan Hasil, Dani Olmo Dipilih Jadi Motor Serangan Barcelona 27/08/2025
  • Tak Masuk Rencana Ruben Amorim, Kobbie Mainoo Bisa Tinggalkan MU Dan Gabung Real Madrid? 27/08/2025
©2025 Kabaraku | Design: Slot Gacor Indonesia