Mancanegara – Militer Ukraina menyerang fasilitas minyak di Rusia, termasuk kilang minyak besar serta lapangan terbang militer untuk drone dan pabrik elektronik.
Dilansir Reuters, Sabtu, 2 Agustus, Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina (Ukraine’s Unmanned Systems Forces) mengatakan mereka telah menyerang kilang minyak di Ryazan, sekitar 180 km (110 mil) tenggara Moskow, yang menyebabkan kebakaran di fasilitas tersebut.
Yang juga terkena dampak, kata USF, adalah fasilitas penyimpanan minyak Annanefteprodukt di wilayah Voronezh yang berbatasan dengan timur laut Ukraina.
Pernyataan tersebut tidak merinci bagaimana fasilitas-fasilitas itu diserang, tetapi USF berspesialisasi dalam perang drone, termasuk serangan jarak jauh.
Belum ada pernyataan langsung dari Rusia mengenai serangan yang dilaporkan terhadap lokasi-lokasi infrastrukturnya.
Secara terpisah, badan intelijen SBU Ukraina mengatakan drone-nya telah menyerang lapangan terbang militer Primorsko-Akhtarsk Rusia, yang telah digunakan untuk meluncurkan gelombang drone jarak jauh ke berbagai sasaran di Ukraina.
SBU mengatakan mereka juga menyerang pabrik di Penza yang memasok perangkat elektronik ke kompleks industri militer Rusia.
Pada awal invasi skala penuh Rusia pada tahun 2022, Ukraina tidak merespons kapasitas serangan jarak jauh Moskow yang sangat besar, tetapi sejak itu telah membangun armada drone kamikaze jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak peledak hingga ratusan kilometer.
Kementerian Pertahanan Rusia dalam laporan hariannya mengatakan unit pertahanannya menembak jatuh total 338 pesawat nirawak Ukraina dalam semalam.
Laporan tersebut tidak menyebutkan berapa banyak pesawat nirawak Ukraina yang diluncurkan pada waktu tertentu.
Sementara itu, Angkatan Udara Ukraina mengatakan telah menembak jatuh 45 dari 53 pesawat nirawak Rusia yang diluncurkan ke wilayahnya dalam semalam.
Di garis depan timur Ukraina, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, pasukan Rusia telah merebut desa Oleksandro-Kalynove di wilayah Donetsk pada hari Sabtu.
Reuters tidak dapat segera memverifikasi laporan medan perang tersebut.
Pasukan Rusia kini menguasai hampir 20% wilayah Ukraina di timur dan selatan setelah tiga setengah tahun perang yang melelahkan.