Kesehatan – Berbuka puasa adalah momen yang paling dinanti setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Banyak orang memilih minuman yang menyegarkan untuk melepas dahaga, salah satunya adalah minum teh saat berbuka puasa. Lalu, apa saja manfaat minum teh?
Baik teh manis hangat maupun teh dingin, keduanya sering menjadi pilihan utama. Namun, apakah teh merupakan minuman yang ideal untuk berbuka? Apa saja manfaat dan hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsinya? Simak penjelasan berikut ini.
Bolehkah Minum Teh Saat Berbuka Puasa?
Secara umum, minum teh saat berbuka puasa diperbolehkan, asalkan dikonsumsi dalam batas wajar. Teh mengandung banyak manfaat bagi tubuh, terutama karena kandungan antioksidan dan kemampuannya dalam membantu metabolisme.
Teh manis juga bisa menjadi sumber energi instan karena kandungan gulanya yang dapat membantu meningkatkan kadar gula darah yang turun selama berpuasa.
Namun, kadar gula dalam teh tetap harus diperhatikan. Mengonsumsi teh dengan gula berlebih dapat berdampak buruk pada kesehatan, seperti meningkatkan risiko lonjakan gula darah secara drastis yang bisa menyebabkan rasa lemas setelah berbuka.
Oleh karena itu, disarankan untuk menyesuaikan jumlah gula sesuai kebutuhan tubuh.
Manfaat Minum Teh Saat Berbuka Puasa
Berikut ini beberapa manfaat minum teh saat berbuka puasa yang bisa membantu tubuh tetap sehat dan bugar setelah seharian berpuasa, dikutip dari berbagai sumber.
1. Menjaga tubuh tetap terhidrasi
Saat berpuasa, tubuh kehilangan cairan dan bisa mengalami dehidrasi. Teh mengandung sekitar 99% air, sehingga dapat membantu mengembalikan cairan tubuh dan menjaga tubuh tetap terhidrasi setelah berbuka puasa.
2. Kaya antioksidan untuk menjaga kesehatan
Teh mengandung antioksidan yang baik bagi kesehatan tubuh. Antioksidan ini berperan dalam melawan radikal bebas, menjaga kesehatan sel-sel tubuh, serta mendukung kesehatan mulut dan pencernaan. Mengonsumsi teh secara rutin juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
3. Membantu meningkatkan metabolisme
Beberapa jenis teh, seperti teh hijau dan teh oolong, dikenal mampu mempercepat metabolisme tubuh. Hal ini bisa membantu mencerna makanan lebih cepat setelah berbuka puasa dan mengoptimalkan proses pencernaan, sehingga tubuh lebih siap menerima asupan makanan berikutnya.
Selain itu, teh hijau juga mengandung katekin yang dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak dan energi dalam tubuh.
4. Mendukung proses detoksifikasi
Saat berpuasa, tubuh secara alami mengalami proses detoksifikasi, yaitu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Beberapa jenis teh, seperti teh dandelion dan teh jahe, dapat membantu mempercepat proses ini.
Teh dandelion diketahui baik untuk kesehatan hati dan membantu tubuh mengeluarkan zat-zat yang tidak diperlukan. Sedangkan teh jahe dapat meningkatkan fungsi pencernaan serta meredakan perut kembung dan mual.
5. Mengurangi stres dan membantu relaksasi
Berpuasa kadang bisa membuat tubuh merasa lelah atau meningkatkan tingkat stres pada sebagian orang. Minum teh herbal, seperti teh kamomil, lavender, atau peppermint, saat berbuka puasa dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh.
Teh-teh ini memiliki sifat menenangkan yang bisa membantu meredakan stres, meningkatkan kualitas tidur, serta membuat tubuh lebih rileks setelah menjalani hari yang panjang.