Kesehatan – Asam lambung yang meningkat atau dikenal sebagai gastroesophageal reflux disease (Gerd), sering kali menjadi masalah kesehatan selama bulan puasa.
Perubahan pola makan dan kebiasaan sehari-hari dapat memicu naiknya asam lambung, menyebabkan berbagai gejala yang mengganggu.
Berikut ini 10 ciri peningkatan asam lambung saat berpuasa, beserta cara mengatasinya, yang dikutip dari Medical News Today.
1. Nyeri dada
Gejala yang umum terjadi akibat asam lambung naik adalah nyeri dada yang terasa seperti tekanan atau sensasi terbakar. Terkadang, nyeri ini mirip dengan gejala serangan jantung. Refluks asam yang mengiritasi dinding kerongkongan menjadi penyebab utama kondisi ini.
Untuk mengatasinya, hindari makanan pemicu, seperti makanan pedas, asam, dan berlemak saat berbuka puasa atau sahur. Mengonsumsi obat antasida juga dapat membantu meredakan nyeri.
2. Kesulitan menelan
Peradangan pada kerongkongan akibat asam lambung dapat menyebabkan disfagia atau kesulitan menelan. Untuk mengatasinya, kunyah makanan secara perlahan dan pilih makanan yang lembut agar lebih mudah ditelan saat berbuka puasa dan sahur.
3. Refluks asam
Refluks asam terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan, menimbulkan rasa pahit atau asam di mulut. Cara mengatasinya, jangan langsung berbaring setelah makan. Duduk tegak selama beberapa waktu setelah berbuka puasa dapat membantu mencegah refluks.
4. Mual
Kadar asam lambung yang tinggi dapat menyebabkan mual, terutama setelah makan makanan berlemak atau pedas. Konsumsi jahe atau teh herbal untuk meredakan rasa mual saat berbuka puasa atau saat sahur.
5. Batuk kronis
Asam yang naik hingga ke tenggorokan bisa mengiritasi saluran pernapasan, menyebabkan batuk kronis. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan humidifier atau hirup uap air hangat untuk meredakan iritasi pada tenggorokan.
6. Rasa pahit di mulut
Jika asam lambung naik ke kerongkongan, mulut bisa terasa pahit atau asam. Cara mengatasinya Anda bisa mencoba untuk berkumur dengan air garam atau mengunyah permen karet dapat membantu mengurangi rasa pahit saat berbuka puasa dan sahur.
7. Kembung
Pola makan yang tidak teratur saat puasa dapat memicu asam lambung naik dan menyebabkan perut kembung. Hindari makanan yang dapat menyebabkan gas, seperti kacang-kacangan dan minuman berkarbonasi.
8. Sakit tenggorokan
Iritasi pada tenggorokan akibat asam lambung bisa menimbulkan rasa perih dan tidak nyaman. Perbanyak minum air putih dan berkumur dengan air hangat untuk meredakan iritasi saat berbuka puasa atau sahur.
9. Bau mulut
Saat asam lambung naik ke tenggorokan atau mulut, dapat menyebabkan bau mulut yang tidak sedap. Untuk itu, Anda bisa menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara teratur serta menghindari makanan pemicu bisa membantu mengurangi bau mulut.
10. Sesak napas
Iritasi pada saluran pernapasan akibat asam lambung dapat menyebabkan sesak napas. Hindari makanan pemicu, atur posisi tidur dengan kepala lebih tinggi, dan konsultasikan dengan dokter jika gejala berlanjut.
Peningkatan asam lambung saat puasa bisa menjadi masalah yang mengganggu, tetapi dapat dicegah dengan pola makan yang sehat dan perubahan kebiasaan.
Menghindari makanan pemicu, menjaga porsi makan, serta menerapkan teknik relaksasi dapat membantu menjaga keseimbangan asam lambung. Dengan pemahaman yang baik mengenai gejala dan cara mengatasinya, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman.