Berita Bola – Diogo Costa, kiper Timnas Portugal, berhasil menjadi pahlawan dengan menyelamatkan penalti Christian Eriksen dalam leg pertama perempat final UEFA Nations League melawan Denmark.
Meski Portugal akhirnya kalah 1-0, aksi Costa menjadi sorotan utama. Kiper berusia 25 tahun itu mengungkapkan bahwa intuisinya dan persiapan matang menjadi kunci keberhasilannya.
Sebelum Eriksen mengeksekusi penalti, Costa sempat berbincang panjang dengan Cristiano Ronaldo. Meski tidak diketahui apa yang dibicarakan, momen tersebut mungkin memberikan pengaruh positif bagi Costa. Ia berhasil membaca arah tendangan Eriksen dan melakukan penyelamatan gemilang.
Diogo Costa menjadi sorotan setelah berhasil menyelamatkan penalti Christian Eriksen pada babak pertama.
Penalti tersebut diberikan setelah pelanggaran di kotak terlarang, dan Eriksen, yang dikenal sebagai eksekutor handal, maju sebagai penendang. Namun, Costa berhasil membaca arah tendangannya dan melakukan penyelamatan spektakuler.
Costa mengungkapkan bahwa ia tidak memutuskan sisi penyelamatan sebelumnya. “Saya tidak pernah memilih sisi sebelumnya. Ini lebih tentang insting kiper,” kata Costa setelah pertandingan.
Ia juga menyebut bahwa tatapan mata Eriksen memberinya petunjuk bahwa bola akan mengarah ke sisi kanannya.
Sebelum penalti dieksekusi, Diogo Costa terlihat berbincang panjang dengan Cristiano Ronaldo.
Meski tidak diketahui detail percakapan mereka, momen tersebut mungkin memberikan motivasi atau strategi tambahan bagi Costa. Ronaldo, yang juga rekan setim Eriksen di Manchester United, mungkin memberikan insight tentang kebiasaan sang gelandang.
Costa juga menekankan pentingnya persiapan tim dalam menghadapi penalti. “Kami mempelajari penendang penalti, tapi saya lebih mengandalkan insting,” ujarnya.
Sayangnya, meski berhasil menyelamatkan penalti, Costa mengakui bahwa performa tim secara keseluruhan tidak memuaskan.
Meski Costa menjadi pahlawan dengan penyelamatan penaltinya, Portugal harus mengakui keunggulan Denmark setelah Rasmus Hojlund mencetak gol kemenangan pada babak kedua. Kekalahan 1-0 ini membuat Portugal harus bekerja keras di leg kedua untuk membalikkan keadaan.
Costa mengakui bahwa timnya tidak tampil maksimal. “Kami lebih banyak memainkan sepak bola yang mereka inginkan, bukan yang kami inginkan. Pertandingan berjalan buruk untuk kami,” ujarnya. Ia berharap tim dapat berlatih dan mempersiapkan diri lebih baik untuk leg kedua.