Nasional – Setelah membongkar ratusan rumah di bantaran Kali Sepak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan pembongkaran bangunan liar di sepanjang aliran sungai yang dikelola Perum Jasa Tirta (PJT) di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu 16 Maret.
“Pembongkaran terus berlanjut, dan ternyata jumlah bangunan liar makin banyak,” ujar Dedi Mulyadi saat meninjau langsung proses penertiban.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa dalam radius 5 kilometer, lahan di sepanjang aliran sungai telah berubah menjadi kawasan perumahan. Akibatnya, fungsi utama sungai sebagai saluran air terganggu, yang berkontribusi terhadap banjir di wilayah tersebut.
Menurut Dedi Mulyadi, banyak lahan milik PJT yang dikuasai masyarakat dan digunakan untuk membangun rumah permanen. Oleh karena itu, bangunan-bangunan tersebut harus dibongkar agar fungsi sungai kembali optimal.
“Lebih dari 5 kilometer saluran air telah berubah menjadi permukiman. Akhirnya, air tidak memiliki jalur pembuangan, sehingga banjir tak terhindarkan,” tegasnya.
Ia memastikan, upaya normalisasi sungai di Kabupaten Bekasi akan terus dilakukan demi mengurangi risiko banjir pada masa depan.
“Saya pastikan semuanya ditata ulang. Proyek ini tidak akan berhenti,” tambahnya.
Sementara itu, Junaedi (46), warga di sekitar lokasi pembongkaran, mengapresiasi langkah pemerintah dalam menormalisasi sungai. Namun, ia berharap proses pembongkaran dilakukan secara merata agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
“Kami mendukung pembongkaran, tetapi tolong semua bangunan di bantaran kali dibongkar, jangan hanya sebagian saja,” kata Junaedi.
Menurutnya, pembongkaran yang merata akan memastikan proyek normalisasi berjalan dengan maksimal dan lebih adil bagi masyarakat. “Kalau semua dibongkar, itu baru adil,” pungkasnya.
Dia berharap Dedi Mulyadi dapat melaksanakan normalisasi kali dan membongkar bangunan liar.